Berita

Sistem Gaji PNS Akan Disederhanakan

135045_pnskoper2[1]Jakarta – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) terus mempercepat penyelesaian Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Sistem Penggajian. Ditargetkan pembahasannya dapat tuntas Oktober mendatang.
Deputi SDM Aparatur Kemen PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, bila RPP ini sudah disahkan maka komponen pendapatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang semula bermacam-macam akan menjadi lebih sederhana yakni hanya menjadi tiga komponen.
“Sumber pendapatannya hanya tiga yaitu gaji pokok, tunjangan kemahalan, dan tunjangan kinerja. Dengan demikian segala jenis honorarium maupun tunjangan seperti tunjangan anak istri, beras, dan lain-lain akan disederhanakan,” kata Setiawan, Jumat (15/8/2014).‬
Pengerucutan komponen pendapatan PNS ini sejalan dengan upaya reformasi birokrasi. “Sistem penggajian yang sekarang terlalu ribet. Seorang PNS bisa mendapatkan sumber pendapatan di luar gaji dari berbagai kegiatan sehingga tidak efisien. Ini yang kita coba simpelkan biar lebih mudah dan tidak banyak posting anggaran,” sambung dia.
Setiawan menambahkan, pemerintah dapat lebih mudah menetapkan besaran gaji berdasarkan tingkat kesulitan dan risiko pekerjaan lewat pola penggajian yang lebih sederhana ini.
Pemerintah, lanjutnya, hanya perlu menetapkan besaran tunjangan kemahalan untuk masing-masing lokasi kerja dan tunjangan kinerja berdasarkan tingkat prestasi dan jenjang karir aparatur yang bersangkutan.
“Daerah yang biaya hidupnya lebih tinggi, sudah pasti tunjangan kemahalannya lebih tinggi. Sedangkan tunjangan kinerja, yang beban kerjanya besar akan mendapatkan grade yang lebih tinggi juga. Seperti aparatur negara yang bekerja di daerah terpencil atau perbatasan tentu pendapatannya akan lebih besar karena ada tunjangan kemahalan,” papar Setiawan.
Sementara untuk tunjangan kinerja, nilainya akan ditetapkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berdasarkan beban kerja. “Contoh, pejabat eselon I dan II di Kemenkeu nilainya tentu lebih tinggi dibanding di Kemen PAN-RB karena beban kerjanya lebih berat,” sebutnya.

RPP ini merupakan turunan UU Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pada akhirnya akan bermuara pada pola penggajian tunggal atau single salary system.
“Tapi penggajian tunggal itu masih belum bisa diterapkan saat ini karena banyak yang harus dipertimbangkan. Seperti soal pajak kan mengacunya kepada gaji pokok. Kalau diterapkan gaji tunggal maka akan ada perubahan dasar penghitungan pajaknya. Jadi untuk saat ini yang kita dorong percepatannya adalah yang pendapatan dengan tiga komponen terlebih dulu,” jelas Setiawan. (hds/hds)
Sumber: http://finance.detik.com/read/2014/08/15/134732/2663200/4/sistem-gaji-pns-akan-disederhanakan?f9911023